
Sebelum sistem anggaran berbasis kinerja digunakan, dikenal metode tradisional atau item line budget. Metode tradisional ini memiliki fokus kebutuhan untuk pengeluaran tanpa pemeriksaan terhadap sistem pertanggungjawaban terkait efektif tidaknya dana digunakan. Jadi metode tradisional benar-benar tidak didasarkan pada analisa rangkaian kegiatan yang mesti dikaitkan dengan tujuan yang sudah ditetapkan. Di sinilah digagas sistem baru lebih modern yang mana pengaplikasiannya disusul dengan kebutuhan diselenggarakannya bimtek anggaran berbasis kinerja.
Menurut Sancoko, dkk (2008) bahwa anggaran berbasis kinerja memiliki fokus menciptakan hubungan seimbang antara pengeluaran anggaran suatu negara dan hasil yang diharapkan. Setiap pecahan rupiah yang digunakan nantinya akan dipertanggungjawabkan manfaatnya. Hal ini jelas selaras dengan apa yang menjadi orientasi performance based budgeting yang lebih untuk output dari suatu lembaga.
Terdapat beberapa prinsip yang harus selalu dipegang teguh terutama dalam pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. Prinsip dasar yang dimaksud mengacu pada prinsip 3E diantaranya:
- Ekonomis
- Efisiensi
- Efektivitas
Selain itu ada juga beberapa elemen yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan anggaran berbasis kinerja. Elemen yang dimaksud mencakup visi dan misi yang hendak dicapai, tujuan pencapaiannya, sasaran yang ingin dijadikan penetapan target tertentu, rencana program apa saja yang ingin dilaksanakan, hingga kegiatan yang menghasilkan keluaran yang sesuai perencanaan yang dibuat.
Sampai pada ulasan kali ini mungkin Anda masih mendapati kebingungan. Kebingungan ini bisa terpecahnya setelah mengikuti bimtek anggaran. Di mana ternyata pengaplikasian sistem anggaran berbasis kinerja juga menjanjikan keuntungan seperti:
- Pengalokasian dana yang terbatas dalam mengutamakan skala prioritas.
- Memberikan transparansi atas penggunaan anggaran yang karenanya sangat pantas dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan anggaran seperlu mencapai keinginan yang sudah ditetapkan.
Adapun sistem anggaran berbasis kinerja berfokus pada efisiensi penyelenggaraan suatu aktivitas Perbandingan hasil output dan input menjadi efisiensi dalam sistematika anggaran. Singkatnya tolak ukur keberhasilan penyusunan anggaran bisa dilihat dari adanya keseimbangan antara anggara pendapatan dengan anggaran belanja. Lantas, kapan penyusunan anggaran berbasis kinerja dikatakan efisien?
Kapan Anggaran Dikatakan Efisien?
Perlu diketahui, dalam penyusunan anggaran berbasis kinerja sebenarnya anggaran yang dimaksud tidak terbatas pada pembelanjaan saja. Akan tetapi, juga berdasar pada suatu tujuan tertentu dengan pelaksanaan yang disusun dan didukung anggaran yang cukup. Penggunaan biaya tersebut harus efisien dan efektif.
Kapan anggaran berbasis kinerja disebut efisien? Saat Anda mendapati hasil output ternyata lebih besar daripada input artinya efisien. Kondisi saat output hasilnya sama besar dengan input yang sedikit juga sudah termasuk kategori efisien. Dalam kondisi inilah penyusunan anggaran berbasis kinerja bernilai efisien. Sebaliknya, jika Anda mendapati laporan anggaran ternyata defisit, maka anggaran tersebut sudah gagal. Kegagalan inilah yang perlu dihindari tentunya dengan mempelajari sistematika baru penyusunan anggaran sebagantu bentuk dari anggaran yang sumbernya berkaitan dengan hasil dari pelayanan.
Pentingnya Bimtek Anggaran Berbasis Kinerja
Di sejumlah negara maju sistem anggaran berbasis kinerja banyak diterapkan di negara-negara maju dan mulai menggantikan sistem item line budget. Hal yang wajar mengetahui sistem anggaran berbasis kinerja lebih modern dan cocok untuk mendapatkan sistem anggaran dana yang efisien. Adapun pelatihan bimtek anggaran berbasis kinerja diselenggarakan dalam rangka meningkatkan pemahaman semua pihak baik eksekutif ataupun legislatif dalam pemahaman pengelolaan uang yang lebih akuntabel dan berbasis kinerja. Pastikan dalam hal ini Anda bekerja sama dengan lembaga yang legal dan memang berwenang memberikan pelatihan.
Untuk memenuhi kebutuhan Bimbingan Teknik bagi institusi atau instansi kami dari Lembaga Kajian Nasional dan Otonomi Daerah ( LKN-OTDA) menyediakan jasa BIMTEK berikut ini fasilitas dan persyaratan yang anda dapatkan ketika mengikuti pelaksanaan BIMTEK di lembaga kami :
Fasilitas Peserta BIMTEK LKN – OTDA
- Pelatihan selama 2 hari, hingga materi selesai.
- Bonus 1 juta rupiah (khusus untuk 5 orang pendaftar pertama)
- Menginap selama kegiatan BIMTEK berlangsung + sharing dengan nara sumber.
- Seminar KIT, Tas Ekslusif, soufenir, dan T-shirt.
- Coffer break dan Dinner
- Antar Jempu Bandara Pulang Pergi (untuk Group Peserta minimal 5 orang)
- Sertifikat / Piagam dari penyelenggara
- City Tour Untuk Peserta Group Minimal 6 Orang.
Persyaratan Mengikuti BIMTEK LKN – OTDA
- Membayar Biaya BIMTEK dan pembayaran dilakukan di lokasi BIMTEK.
- Membawa Surat Tugas / SPPD.
- Melakukan konfirmasi pendaftaran peserta BIMTEK paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan BIMTEK.
- Pendaftaran dapat dilakukan via telepon, sms, WhatsApp, ataupun lewat email.
KAMI MENERIMA REQUEST DARI PESERTA UNTUK MENENTUKAN MATERI, NARA SUMBER, WAKTU, DAN LOKASI PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIK.
