
Mengapa bimtek audit forensik diperlukan? Sebelumnya perlu diketahui bahwa audit forensik cukup berbeda dengan audit konvensional. Dimana audit forensik memiliki metode dan teknik yang lebih kompleks yang harus dapat mendeteksi fraud atau praktik kecurangan hingga ke tingkatan mencari tahu siapa pelakunya. Bukan hanya itu saja, hasil audit forensik nantinya juga harus dapat digunakan untuk proses hukum.
Praktik kecurangan secara umum atau korupsi secara khususnya masih terus menjadi isu fenomenal. Berdasar dari data empirik diketahui dalam beberapa tahun terakhir banyak terjadi kasus fraud di Pemerintah Daerah. Kasus paling dominan ditemukan khususnya di sektor keuangan daerah. Di sinilah pengawasan keuangan untuk pemerintah daerah ataupun pusat penting artinya.
Melalui lembaga yang legal dan memiliki wewenang melakukan pengawasan diharapkan dapat meminimalisir berbagai upaya fraud dengan melakukan pencegahan, deteksi dini, hingga penindakan tegas atas kasus kecurangan yang terjadi. Perkembangan ilmu akuntansi forensik sendiri didapati berkembang lebih baik demikian pula audit investigatif. Karenanya diperlukan bimbingan teknis atau sosialisasi audit forensik seperlu mengajarkan metode dan teknik pelaksanaan audit forensik sebagaimana mestinya.
Tujuan Bimtek Audit Forensik
Melalui kegiatan pelatihan atau bimtek audit forensik selanjutnya diharapkan peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh ke lembaga atau tempat kerja masing-masing. Lebih rincinya berikut tujuan dari diadakannya pelatihan audit forensik diantaranya:
- Memberi pemahaman akan pelaksanaan audit forensik yang juga meliputi pembuatan laporan hingga tindak lanjutannya.
- Untuk mengetahui konsep pemeriksaan keuangan guna penanganan risiko praktik kecurangan.
- Untuk bisa memahami jenis dan modus operandi dari sebuah praktik kecurangan.
- Untuk mengetahui cara pencegahan dan juga deteksi dini terjadinya praktik kecurangan.
- Mengetahui cara perhitungan kerugian yang muncul dalam sebuah kasus praktik kecurangan.
- Dapat melakukan pengukuran efektifitas sistem pengendalian internal dalam upaya penanganan sebuah kasus praktik kecurangan.
- Untuk memberikan pengetahuan menjadi skasi ahli dan juga mempersiapkan alat bukti yang diperlukan di depan pengadilan.
Contoh Kasus Audit Forensik
Kasus kecurangan yang terjadi dapat bermacam bentuknya. Berikut ini beberapa contoh kasus audit forensik yang paling umum ditemukan:
- Suap
Suap merupakan upaya memberikan sejumlah dana demi menyelesaikan suatu hal atau memberi kondisi menguntungkan bagi pihak tertentu. Sebagai contoh perusahaan A memberikan suap kepada karyawan perusahaan B dengan tujuan memperoleh bocoran data perusahaan B yang tengah bersaing dalam tander yang sama.
- Konflik Kepentingan
Kasus konflik kepentingan kerap ditemui pada seseorang yang berkuasa menggunakan pengaruhnya untuk mendapat keuntungan pribadi yang nyatanya memiliki risiko merugikan perusahaan. Contohnya seorang manajer perusahaan A yang menyetujui pengeluaran dana tidak akurat dari rekan yang dikenal secara personal.
- Penyalahgunaan Aset
Penyalahgunaan aset menjadi kasus kecurangan yang kerap ditemui. Penyalahgunaan aset ini bisa berupa penggunaan uang tunai tidak semestinya. Contohnya pemalsuan faktur, pembayaran kepada karyawan atau pemasok tanpa disertai keterangan, pencurian inventaris perusahaan, dan sebagainya.
- Penipuan Laporan Keuangan
Kasus ini kerap terjadi dengan modus menyajikan angka-angka yang bukan sebenarnya. Tujuannya tentu untuk meningkatkan likuiditas, mendapatkan bonus, menghadapi tekanan kinerja pasar, atau lainnya. Tindakan sengaja melakukan pemalsuan catatan akuntansi, menghilangkan bermacam jenis transaksi, atau tidak mengungkap rincian yang relevan dalam laporan keuangan merupakan contoh penipuan laporan keuangan.
Tentunya bermacam bentuk tindak kecurangan atau fraud dapat merugikan perusahaan atau lembaga secara nyata. Karenanya diperlukan audit forensik yang dapat mencegah, mendeteksi, hingga memberikan sanksi tegas untuk kecurangan yang terjadi. Agar dapat menjalankan audit forensik dengan baik dibutuhkan pembekalan kompetensi lewat bimtek audit forensik oleh lembaga yang berwenang.
Untuk memenuhi kebutuhan Bimbingan Teknik bagi institusi atau instansi kami dari Lembaga Kajian Nasional dan Otonomi Daerah ( LKN-OTDA) menyediakan jasa BIMTEK berikut ini fasilitas dan persyaratan ketika mengikuti pelaksanaan BIMTEK di lembaga kami :
Fasilitas Peserta BIMTEK LKN – OTDA
- Pelatihan selama 2 hari, hingga materi selesai.
- Bonus 1 juta rupiah (khusus untuk 5 orang pendaftar pertama)
- Menginap selama kegiatan BIMTEK berlangsung + sharing dengan nara sumber.
- Seminar KIT, Tas Ekslusif, soufenir, dan T-shirt.
- Coffer break dan Dinner
- Antar Jempu Bandara Pulang Pergi (untuk Group Peserta minimal 5 orang)
- Sertifikat / Piagam dari penyelenggara
- City Tour Untuk Peserta Group Minimal 6 Orang.
Persyaratan Mengikuti BIMTEK LKN – OTDA
- Membayar Biaya BIMTEK dan pembayaran dilakukan di lokasi BIMTEK.
- Membawa Surat Tugas / SPPD.
- Melakukan konfirmasi pendaftaran peserta BIMTEK paling lambat 3 (tiga) hari sebelum pelaksanaan BIMTEK.
- Pendaftaran dapat dilakukan via telepon, sms, WhatsApp, ataupun lewat email.
KAMI MENERIMA REQUEST DARI PESERTA UNTUK MENENTUKAN MATERI, NARA SUMBER, WAKTU, DAN LOKASI PELAKSANAAN BIMBINGAN TEKNIK.
